Drama Desainer Grafis: Katanya Cuma Revisi Dikit!
Menjadi desainer grafis itu mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah belajar menerima kenyataan bahwa kata “sebentar” dan “dikit” ternyata punya arti yang berbeda bagi setiap orang.
Awalnya, klien bilang:
“Bang, bisa bantu bikin poster? Simpel aja, kok.”
Oke, pikir saya. Berarti tinggal mengatur warna, memilih font, memasukkan gambar, lalu selesai.
Beberapa saat kemudian, pesan mulai berdatangan.
“Bang, warnanya bisa dibikin lebih cerah?”
“Font-nya ganti yang lebih elegan, tapi tetap santai.”
“Gambarnya dibesarin sedikit.”
“Eh, ternyata yang tadi lebih bagus. Balikin lagi, ya.”
Lalu datanglah kalimat legendaris:
“Bang, revisi terakhir, deh!”
Sebagai desainer, saya pun mengangguk dengan penuh keyakinan. Dalam hati berkata, semoga kali ini benar-benar terakhir.
Lima menit kemudian…
“Bang, ada satu lagi.”
Di titik itu, saya sadar bahwa tombol undo bukan cuma fitur aplikasi. Tombol undo adalah ujian kesabaran.
Ketika Desainer Juga Merangkap DJ
Kalau sudah lelah revisi, mungkin waktunya pindah ke dunia DJ.
Tapi ternyata, tantangannya beda lagi. Saat lagu sedang enak-enaknya, ada saja teman yang mendekat dan berkata:
“Bro, puterin lagu yang tadi dong!”
Masalahnya, lagu yang tadi itu sudah lewat tiga lagu yang lalu.
Belum selesai mencari lagu, teman lain datang:
“Bro, bisa request lagu nggak?”
Bisa, tentu saja. Asalkan bukan meminta satu lagu diputar bersamaan dengan lima lagu lainnya.
Fotografi: Satu Foto, Seratus Percobaan
Fotografi juga punya dramanya sendiri.
“Bang, fotoin gue yang bagus, ya!”
Satu foto diambil.
“Ulang, dong. Gue kedip.”
Foto kedua.
“Ulang lagi, rambut gue aneh.”
Foto ketiga.
“Coba dari bawah sedikit.”
Foto keempat.
“Eh, tadi yang pertama aja deh.”
Akhirnya, dari puluhan foto, yang dipilih tetap foto pertama. Sang fotografer cuma bisa tersenyum sambil mempertanyakan keputusan hidupnya.
Kreativitas Memang Penuh Cerita
Di balik semua drama itu, desain grafis, DJ, dan fotografi tetap menjadi bidang yang menyenangkan untuk dipelajari. Ada tantangan, proses kreatif, dan momen lucu yang kadang justru membuat pengalaman semakin berkesan.
Kalau kamu ingin melihat karya atau mengenal layanan kreatif yang tersedia, kunjungi Instagram.
Siapa tahu, setelah membaca cerita ini, kamu jadi ingin membuat proyek kreatif bersama. Tapi satu permintaan saya: kalau bilang “revisi terakhir”, tolong benar-benar yang terakhir, ya!
Komentar
Posting Komentar